Perjuangan Virgin Half Marathon Di Maybank Bali Marathon 2016




this medals, Virgin Half Marathon belongs to 
my precious Ken-Bre, beloved husband @bangsari, and my beloved mom Kum


Apasih yang dicari, lelarian ini?

Seseorang akan merasakan hal yang luar biasa bila selama menjalankan sebuah proses dengan tidak mudah untuk dilaluinya. Bisa jadi berdarah-darah, penuh perjuangan dan pengorbanan seakan tak berarti bila yang dicapai instant dan  tidak melewati kejadian tak terduga maupun drama. Darah itu merah Jendral !!, inget gak siapa yang pernah mengucapkan ini?


 Sejak di berikan  acc dari suami untuk berlibur dan me time ama temen-temen, aku nggak mau menyianyiakan kesempatan ini. Rangkaian acara ke Bali adalah datang merayakan HUT sobatku Mila dan  sekalian mengikuti race MBM 2016. Thanks Mila, because of you now I'm join marathon haha.


Me-Mila-Tince  Happy B'Day Mila  at Private Beach Westin Nusa Dua Hotel


Dari 2 bulan lalu Juni waktu puasa Ramadhan sudah mulai mengikuti kelas untuk persiapan Maybank Bali Marathon 2016 di bulan Agustus. Barangkali ini adalah hadiah dari suami tercinta untuk aku yang tahun 2015 lalu sangat sibuk tak ada waktu sama sekali buat keluarga kalaupun libur itu karena sakit. *huks  Yes sakit apa? vertigo you know lah, serem kan. (enggak mau mengingat kejadian itu lagi, bisa mewek).

Tepatnya akhir bulan 2015 aku mulai menata hidupku untuk resign dan pindah kerja yang bisa punya waktu untuk berolah raga, social life dan quality time buat keluarga donk ya. Aih malah curhat, dikit.
Singkat cerita ikut kelas EJR (Extraordinary Jakarta Runners), sebenernya kurang tekun karena jadwal latihannya itu bertepatan sama puasa, lebaran jd sedikit kendala. Mengikuti EJR Runners Class setelah lebaran digenjot lebih maksimal. Bisa ikut gabung  tergantung ada kerjaan apa enggak di jam latihan setelah pulang gawe sekitar pukul 18.30 wib di GOR Soemantri dan CFD (car free day). Aku sangat bersyukur dan tak lupa mengucapkan ribuan terimakasih  buat para coach EJR yaitu mas Adi dan  Wowok yang menyempatkan waktunya untuk melatih & menggembleng latihan selama 2 bulan. Kalian sungguh luar biasa, tahap demi tahap dan arahan ku jalanin. Mentalku terbentuk untuk menjadi pribadi punya kepercayaan diri yang kuat, yakin dan percaya pada diri sendiri bahwa bisa melakukannya tanpa pantang menyerah semua didapat di EJR. Bye lemah!



Pengambilan racepack jauh euy, di Nusa Dua tanggal 25 agustus tepatnya hari jumat aku dan teman-teman mengambil BIB hari pertama dibuka . Lumayan tidak ramai, disana menjumpai artis-artis seperti mantan putri Indonesia Melani (cari nama aslinya), Agus Prayogo (athlet lari Indonesia), Dian Sastro,  dan lainnya lupa aku haha maaf. 
pengambilan race pack






Hari beranjak sore, menikmati udara pantai, suara ombak dan semilir angin sepoy-sepoy  hingga aku pun tertidur di kursi pantai haha ada kali 10 menit.

menuju private beach Westin Nusa Dua Hotel




@ private beach Westin Nusa Dua Hotel


Tahun ini memang tidak sengaja mengikuti race MBM 2016 (Maybank Bali Marathon)  ini, hanya ikut latihan di EJR Road Runners Class. Kalaupun dapat slot ya syukur kalau tidak ya tidak masalah. Ternyata di awal bulan agustus 2016 ini aku dapat slot nama orang sih tentunya, bayar dengan calo lah ya rada nyesek harganya. Setelah di nego tetap saja dapatnya rada mahalan. Perjuangan memang mulai mencari slot race, booking pesawat dengan mencocokkan jadwal pekerjaan sampai penginapan selama disana.  







Roommate Me-Icil-Sari-Ewin @ Seminyak Town House

Kami satu kelompok berempat, mba Sari, mba Pricil dan mba Ewin berempat stay di Seminyak Town House. Cozy banget semacam apartment, setiap flat ada 2 (dua) kamar diatas dengan kamar mandi di dalam. worth it banget. Satu town house di blok sama tim EJR (Extraordinary Jakarta Runners) dan Obler. Maaf ya ga foto detail di dalamnya :) 

seminyak town house



Semalam sebelum race, kebanyakan minum jadi beberapa kali kebangun untuk ke kamar kecil :| Maybe nervouse kali ya, terlalu exited mau race esok hahaha.



Hari H Race 28 Agustus 2016

Tok-tok bangun mba, bangun!!! suara temen kamar sebelah serak, seraya membangunkan aku dan icil.
Melihat jam 02.30 waktu Bali,  cuci muka dan gosok gigi langsung ganti baju kebesaran race. Semalam sudah disiapkan mulai baju, BIB dan lainnya tinggal pakai saja.

Race Day Checklist by men's health magazine

baju kebesaran marathon :D

 Semilir angin dan udara masih dingin membuat mata ini masih ingin terpejam,ini  masih jam 03.00 pagi. Berdoa dan pemasanasan  dulu sebelum memasuki shuttle menuju lokasi race, Bali Marine Park Gianyar.

Di dalam bus ada sebagian temen yang kebelet pipis, sontak beberapa  mengikuti untuk turun mencari lokasi toilet. Aku dan Icil latah ikut juga, sayangnya setelah keluar dari toilet lupa bus yang kami tumpangi ternyata sudah melaju menuju start line. 

Drama dimulai, kami berdua tidak membawa tas yang berisi handphone, vitamin, uang dll. Tak mudah menyerah juga kami berdua berlarian mencari tahu lokasi parkiran bis peserta. Ada babang ojeg membantu kami berdua menuju parkiran bis. Satu persatu bis kami ketok apakah itu bis yang kami tumpangi. Gilak itu banyak dan hampir semua shuttle bus itu sama hahaha. Sampai di ujung kami tak menemukan lalu kembali lah kami ke start line.

Beruntung  masih jumpa genk EJR n Obler
suami mbak Djuk-Me-Zilda-Kapi @ start line MBM 2016

Kami berdua memutuskan untuk tetap semangat dan tidak menyesali apa yang sudah terjadi, time must go on right? Tanpa apa-apa nih, insya Allah sangguplah jalanin. Tiap WS (water station) usahakan minum or membasahi mulut. Icil kebetulan dia virgin FM (Full Marathon), jadi harus duluan start larinya pukul 5.00 WIT. Aku virgin HM ( Half Marathon) start lari jam 5.30 WIT. 
Bersyukur hari-hari sebelumnya sudah minum sirup blimbing wuluh, manisan blimbing wuluh dan manisan murbei bikinan nyokap. Namanya brand UKM-nya Tjapsimo dan Simo ceritanya import dari Surabaya. Efek badan menjadi lebih segar tidak mudah capek dan siap untuk race day.  

start line Half Marathon, masih gelap yak :D



Selama perjalanan banyak sekali masyarakat Bali berjejer  mendukung acara Maybank Bali Marathon ini, di sudut-sudut desa ada yang menggelar tarian, lempar bunga dan anak-anak sekolah SD,SMP dan kejuruan juga turut serta  teriak dan minta toas. Hati ini terasa senang gembira  seakan mendapatkan energi positif dan melupakan drama pagi tadi haha. Walaupun jarak lari yang harus ditempuh waktu itu  baru sekitar 8K dengan medan yang ada tanjakan dan turunan masih jauh menuju 21,1K. 

Ada sekitar 3 kali tanjakan dan turunan untuk HM ( Half Marathon), setiap tanjakan pasti setelahnya ada turunan begitu sebaliknya setiap menemui turunan jangan sedih tanjankan pun akan kita hadapi. Seperti hidup ini ya naik dan turun berputar aja, tantangan lari ini sungguh menghajar mental, sanggupkah atau menyerah saja?  Temanku Icil, dia sempat bercerita kalau teriak di KM 30 " apasih yang dicari, sambil nangis kondisi udara lumayan panas dan sengatan matahari  membakar kulit, nafas, dan tenanga mulai berkurang. Jauh-jauh ke bali nyari apa? " hahaha tapi setelah sampai finish banggak luar biasyak.


well done, baru saja melewati finish line area


Di HM (Half Marathon) sebelum menuju 10K sudah menemui tanjakan dan turunan 2x. Sempat jalan ada 5-7 menit terbuang karena tenaga mulai berkurang entah tepatnya di KM berapa seingat aku di belasan. Begitu di area WS (water station) pembagian spon dingin kebantu banget, usapin ke area punggung tangan yang berkeringat garam. EO Run.id ini bagus setiap 3K ada WS (water station) jadi bisa minum pocari sweet atau air mineral. 

Bermanfaat mengurangi kram dan dehidrasi tentunya waktu kekurangan garam atau ion yang banyak keluar dari tubuh kita selama lari. Sempat di KM 13 berhenti ke pos P3K minta di semprot anti kram. Rasanya dingin banget nyess di tulang kering dan betis. Awal bulan ini kaki aku diketahui terkena shin splint, karena sepatu yang dipakai tidak ready untuk long run. 


Alhamdulillah setelah treatment ke mas Ito ( ahli terapis sport massage) mulai berkurang sampai saat kaki dipakai lari di Maybank Bali Marathon tidak kambuh sama sekali. Thanks God. Semua ini tak lepas dari doa, support kedua anak ku Ken-Bre, suami tercinta @bangsari, nyokap dan orang-orang kesayangan tak bisa sebut satu-persatu






Setelah pengambilan Medali

Setelah kurang dari 3KM  menuju garis finish, kecepatan mulai di maksimalkan untuk mengerjar waktu. Tanpa henti aku berlari, sampai WS (water station) terakhir aku lewati tanpa berhenti. Alhasil sudah melihat beberapa KM garis finish. Teriakan temen-temen komunitas lari memanggil nama aku dan EJR, EJR go go EJR yang semakin kencang. Waktu tercatat sampai garis finish 3:03:09, bersyukur alhamdulillah finish strong tidak ada keluhan sakit di area shin splint dan telapak kaki juga tidak kepanasan. Hanya lumayan warna kulit jadi sedikit ada yang  belang dan kulit  menjadi exotic hahaha.


we are finisher Extraordinary Jakarta Runners
Menanti temen-temen semua sampai finish line, lumayan lama sampai COT (cut of time) ada yang belom sampai finish. Bersyukur blom sampai di bongkar itu area finish linenya, jadi masih bisa foto-foto bersama. Selamat ya guys haha you are the champion.<3 br="">

Alhasil selama race, banyak orang yang larinya rombongan tapi tidak mematuhi aturan per-larian. Aku masih termasuk pelari recreasional, tak ada salahnya sharing info dari grup sebelah tentang etika pelari recreasional :


Dalam beberapa kali ikut lomba, ada beberapa hal dalam etika berlomba yg saya dapatkan masih kurang pas dr para pelari di tempat kita.

1. Tidak sadar posisi diri

Sbgn besar panitia lomba belum mengatur posisi start sesuai pace. Banyak pelari2 pelan yg memaksakan diri start dr garis terdepan. Bahkan di bagian tengah. Padahal itu berbahaya krn akan menghambat pelari yg lebih cepat, membuat start tertahan dan jika tertabrak bukan tidak mungkin akan fatal terinjak injak. 
Harusnya bisa mengukur diri, pace ada di levelan mana dan ambil posisi start yg sesuai. 

2. Menguasai track

Banyak grup pelari yg lari bareng dgn pace sama. Tidak masalah sebenarnya krn intinya saling mem-pacer. 
Masalahnya adalah kalo lari berjejer 4-5 orang dgn pace yg agak lambat. Ini sama dgn mem-blok jalan.
Pelari yg lebih cepat dibelakangnya jadi terhambat dan harus zig zag.

 3. Tidak memberi tempat utk pelari cepat

Pada saat track tergabung utk beberapa nomor (misalnya track FM bertemu track HM dstnya), maka bisa terjadi pelari elite akan bertemu rombongan pelari rekresional. Nah banyak pelari rekreasional yg tidak menyingkir ke tepi track, padahal marshal sdh mengingatkan. Sering kali sy liat pelari2 elite yg terpaksa lari di atas trotoar atau rumput.
Walau kita bayar utk ikut race, tp hendaknya tidak menghambat orang lain yg lari lebih cepat atau yg mengejar posisi di podium. 

4. Berlari lambat di sisi cepat

Beberapa pelari yg lambat mengambil posisi di sisi orang utk melewati. Hal ini membuat pelari cepat kesulitan menyalip dan akhirnya membuat orang menjadi lebih lambat.

5. Ber-wefie di tempat yg tak seharusnya

Ini yang paling nyebelin. Sah sah saja kalo mau ber swa-foto rame rame krn memang kita selain sdg olahraga, juga sdg rekreasi. Nah menjadi masalah kalo ber wefie ditengah jalan dan suasananya masih ramai pelari dibelakang.
Pd saat start FM MBM kmrn, ada yg ber wefie didepan garis start, saat lomba baru mulai... Gila!  Ini bikin aliran pelari jadi tersendat dan cukup berbahaya.

6. Meng-invasi finish area

Pada lomba dimana COT panjang spt marathon, kadang pelari yg sdh finish duluan atau turun dinomor yg lebih pendek sgt bersemangat memberi dukungan kpd rekannya yg akan finish atau mengambil gambarnya.
Tapi yg kebablasan adalah mereka terkadang meng-invasi area sblm finish, dan jumlahnya akan semakin banyak. Hal ini tentunya akan mengganggu peserta lain. Area berlari menjadi lebih sempit. Pelari yg ingin menambah kecepatan menjadi sulit mendapat ruang.

7. Tidak mau mengantri dgn tertib di refreshment area.

Soal mengantre adlh masalah buat bangsa kita. Kadang di daerah refreshment area setelah lomba jg begitu. Apalagi kalau area masuknya sempit. Akibatnya bukan makin cepat, malah makin kacau.
Walaupun kita semua cape dan haus, hendaknya biasakan diri berbaris di belakang orang, bukan disampingnya. Tidak menjadikan area ini tempat ngobrol apalagi wefie.

Disclaimer: Ulasan ini adalah hasil pengamatan sy yg juga pelari rekreasional. Diketik sambil ngolesin parem kocok ke betis.

Mudah-mudahan bisa menambah kondusif kondisi lelarian kita yg sedang sangat kondusif ini.

Bali 2016
Kiki N


Waktu saya lari juga merasa rada kendala melaju karena banyak yang ingin foto-foto  tanpa melihat dibelakang dia ada pelari lainnya setelah dia yang ingin melaju lebih cepat. Selain itu waktu di finish line juga terjadi penjemputan banyak orang dari grup lari masing-masing sehingga tidak terlihat mana pelari baru akan mencapai garis finish dan yang sudah. Kasihan kan pelari lainnya harus mencari celah lainnya supaya tidak menabrak. 

Di grup lari aku ada yang sampai terjatuh saat memaksa masuk ke garis finish karena terhalang oleh pelari lainnya yang sedang bergerombol menjemput temannya yang belum mencapai garis finish. Kakinya blister pulak jadi kebayang sakitnya gimana ya, beruntung dia digendong suaminya sampai garis finish. Congrats mba Djudjuk finish FM, dia news anchor tvone.

my result


Sampai Seminyak town house langsung rebahan, memanjakan kaki, rendem di kolam renang atau air es setelah makan langsung tidur pulas sampai bangun jam 19.00 WIT  karena lapar hahah. 

Reaksi ramuan bikinan nyokap terasa  efeknya setelah race yang biasanya aku tempel koyo, olesin penghilang nyeri otot. Semua aku coba tinggalkan cukup minum ramuan nyokap, SIMO sari blimbing wuluh.  Temen roommate gw, Icil juga sempat badannya panas lumayan tinggi dan matanya  merah setelah dia mencoba minum Simo sari blimbing wuluh ketika bangun tidur sudah sehat dan tidak demam lagi. Nyokap emang sangat tahu kebutuhan anaknya. Sekali lagi thanks mom. You're my Hero!
 
Sehari setelah race, paginya kami berkumpul antara komunitas lari EJR dan Obler sarapan bersama di Rovolver, Seminyak.



say cheers EJR &Obler
wefie ama mang tody, ternyata ada di genk EJR juga.
  Salah satu bintang iklan XL :p




Bererlanjut ke pantai kuta, bersama EJR (Extraordinary Jakarta Runners) tanda well done race MBM 2016 


EJR Road Runners Class 2016 @Kuta Beach

EJR RRC 2016 @Kuta Beach




Masa recovery run, alhamdulillah bisa melakukan lari di pinggir pantai kuta  ketika sunset dan sunrise.



recovery run, sunrise at Kuta Beach


recovery run Sunset @ Kuta Beach


Entahlah aku betah liburan di bali, semoga tahun depan bisa ambil slot Bali Marathon-nya pake namaku sendiri dan ada peningkatan pace hasil maksimal. amien!  Menurut rumorsnya rute di ubah bisa jdi  bukan lagi MBM namanya tergantung sponsornya. 

with  Nira-salah satu penggiat EJR, congrats good newsnya :-*
background Kildap &  Niko aka 2gyo entah lagi transaksi apaan at Kuta Beach






Q : So kapok nggak ikutan Marathon? 
A : ENGGAKKK! justru ini pintu gerbang untuk mengikuti race kece lainnya.
     Demi karier lari eh kesehatan donk hahaha 

Q : Kesan mengikuti MBM 2016?
A : Exited banget, eforianya sampai sekarang kerasa. Kalau suka olahraga out door better  
     ga usah ngeluh soal kulit jadi exotic ya. Tetap perawatan ga masalah, no worries yg 
     penting jadi lebih sehat and said good bye for illness yay. Bangga ama diri sendiri. :-*

See you Bali, See you Bali Marathon Next Years! yeah





 












46 comments:

  1. Seru banget sih mba omit! Bali marathon! Tapi aku masih jadi pelari cantik, yang larinya masih pelan-pelan (bangeeett) hahhahah...

    ReplyDelete
  2. aku ga sanggup kalo marathon mbaak. pernah pingsan dulu gegerara ikutan marathon

    ReplyDelete
  3. Paling banyak emang kalo lari-lari marathon gini. Pesertanya buanyak e pol. Jadi mirip orang mau demo. Wah, kalo saya pernah lari dan ada wefie" sambil ngalangin jalan. Untungnya, menghentakkan kaki sedikit keras. Jadi, ya pada kerasa dan terus minggir. Lha kalo race panjang kek begini? Duh, ndak bisa bayangin deh.

    ReplyDelete
  4. Mbak omith, lari sama liburan nih jadinya.
    Seruuu banget nih
    Idolaaaa :))

    ReplyDelete
  5. Mbak omith, lari sama liburan nih jadinya.
    Seruuu banget nih
    Idolaaaa :))

    ReplyDelete
  6. Wahhh mbak Omith keren!! Kalo aku ga sanggup deh suruh lari. Ga kuat napas. Mending jalan kaki aja nyusurin pantai sambil poto-poto :D

    ReplyDelete
  7. Marathon yang terpenting nafas panjang. Kekuatan kaki mah bisa diakalin. =D

    ReplyDelete
  8. Mbak Omith keren bangeeet... saya bacanya sudah ngos-ngosan krn bayangin.
    Everything happen for reason dan ... memang benar, no pain no gain. Super banget deh pokoknya. Speechless...

    ReplyDelete
  9. Foto saat start? Aje gile dah, ganggu banget itu mah

    Kalo aku disuruh lari kaya gini, bye2 deh

    ReplyDelete
  10. Mba Omith mantap nih. Pelari Marathon wanita hampir jarang saya temui. Berlari untuk kesehatan.kekuatan berlari saya pendek mungkin karena jarang latihan ya.

    ReplyDelete
  11. Wah, Mbak Omith atlit lari? Mantap, Mbak! Aku yang kurang suka olahraga jadi merasa salut setelah membaca cerita Mbak Omith selama marathon. Keren. Lanjutkan, semangatnya Mbak!

    ReplyDelete
  12. hahahaha.
    khas indonesia sekali ya mbak.
    mau marathon pun ritual wefie gak boleh ditinggalkan :D

    ReplyDelete
  13. Lari? Apalagi Marathon? Ampun deh aku, mbak. Disuruh lagi 5km aja banyak jalannya :D
    Keren lah Mbak Omith ini πŸ‘

    ReplyDelete
  14. Mbak Omith kereen...bisa lari marathon sejauh itu.(menurut saya yang gak kuat lari jauh) ����
    Ternyata pelari kita belum bisa sepenuhnya mentaati peraturan ya..semoga ke depannya bisa lebih tertib lagi ya...

    ReplyDelete
  15. Wah seru bgt nih ya acara maybank marathon Bali, kepengin ikutan lagi gak ada dana -_-

    Nyesel gak ikutan

    ReplyDelete
  16. gemes jadinya sama yang susah buat antri padahal udah ada aturannya, dan mba keren banget bisa lari marathon sejauh itu acaranya juga seru yah :D

    ReplyDelete
  17. seru banget yaa.. tapi aku gak kuat lari je. makanya meski banyak event lari gak pernah ikutan :(
    dan sekarang ikutan lari kayak gitu udah buat eksistensi ya sepertinya? untuk yg niatnya rekreasi lho ya hehe

    ReplyDelete
  18. Keren abiz mba omith.
    Lari itu selain bikin sehat juga bikin Happy kayak di gambar mba omith.

    Tetap semangat yaa mba !!
    Keep running :)

    Kandida

    ReplyDelete
  19. Seru ya mbak lari gtu?
    Dulu waktu blm nikah suka nyempetin lari sore. Jd pengen lari lg tp kyknya skrng gk bisa tiap hari :(
    Lari itu menurutku olah raga paling menyenangkan, bikin perasaan ngrasa bebas.
    TFS ya :D

    ReplyDelete
  20. Wah, salut banget deh mbaaa.. ><
    Jujur saja, aku sendiri udah mulai kurang olahraga nih terhitung sejak SMP mungkin yaaa T^T
    Jadi malu juga liat semangatnya mba omith dan kawankawan u.u

    ReplyDelete
  21. Ga nyangka kmu skr pelari hahaha..
    Dulu kuliah gerak aja maleess hahaha

    ReplyDelete
  22. Ga nyangka kmu skr pelari hahaha..
    Dulu kuliah gerak aja maleess hahaha

    ReplyDelete
  23. Ga nyangka kmu skr pelari hahaha..
    Dulu kuliah gerak aja maleess hahaha

    ReplyDelete
  24. Ada Dian sastro!!!!

    Wuhuhuuuu kalau gue ada disitu, Mbak. Gue bakal semangat banget. Dan kalau gue ada disitu, Mbak. Yang wefie si garis start gue tendangin deh.

    Tentang pelarian inih.. Banyak istilah yang gue kurang paham euy :(

    ReplyDelete
  25. Masya Allah Mba Omith, kekuatannya luar biasaaaa. Aku dulu jaman SMP-SMA seneng olahraga lari. Tapi abis operasi usus buntu, kekuatan lari berkurang dan sering kram perut. Jadi olahraganya ga jalan lagi, sampai kemudian menikah dan punya anak.

    Btw selamat atas medalinya, mba! Entah aku yg terlewat, atau memang ga ada dibahas, mba omith menang juara berapa? *pake juara ga sih? Atau dari waktu?*

    ReplyDelete
  26. Lah saya lari bentar aja udah ngos2an. Mbak Omith keren lah.

    Semoga kedepannya para pelari bisa lebih tertib ya :)

    ReplyDelete
  27. Selamat sampai finish mba omit. Semoga semangatmu menular ke diriku yang hanya mampu lari dari kenyataan dan mampu lari beneran.

    Semangat lari lari heppy selalu. Terima kasih sudah berbagi semangat ya :)

    ReplyDelete
  28. It's amazing
    Ingin ikutan lari hehe
    Tapi lari mengejar cinta

    ReplyDelete
  29. wiidiiih... seru dan penuh perjuangan ya mbak. daku lari semangatnya pas daru rumah menggebu-gebu. gitu sampe n lari baru satu kali keliling lapangan udah ngos-ngosan :D

    ReplyDelete
  30. waaahh kebali bukan hanya untuk liburan akan tetapi ikutan maybank race marathon manteb banget itu. butuh energy yang besar pastinya tuh untuk mencapai garis finish. salut seorang wanita kuat lari marathon hingga sampe finish

    ReplyDelete
  31. Aah my roommate Bali marathon , semua diawali dengan semangat , walo Ada drama ya mit, puji tuhan kita finish strong ..proud of you mit..naik kelas FM ya Tahun depan..Love RUN..

    ReplyDelete
  32. kaaa, seruuu, haahahaha.
    gimana ya, sebenernya mau ikut atau sekdar lari muterin kampung, rasanya kok aku udah menciut aja ya.
    takut masa recoverynya itu malah jadi keganggu aktifitas sehari-hari. karena jujur, pernah lari keliling perumahan bukan kampung ya, nah seharian malah kecapean parah, pusyig, dan lemas. hiks.
    dirumah olahraga paling joget-joget doang, tapi rasanya kurang kalau enggak lari ya. ada saran gak untuk aku???

    ReplyDelete
  33. aaak keceh kak ikutan lari maraton yg dibali aku jg lagi demen2nya ikutan lomba lari tp masih di jakarta aja, seperti berenang sambil minum air, sambil ikut marathon sambil jalan2 ke pantai :)

    ReplyDelete
  34. Kece banget mbak Omith.... Semangatnya luar biasa :D Pengen banget saya bisa rutin olahraga lari biar sehat hehehe

    ReplyDelete
  35. Aihh.. serunya. Ngiri.
    Aku pengin banget nyoba event marathon gini. Tapi masih minder, takut pingsan di tengah jalan.

    ReplyDelete
  36. Mba Omit... beuugh kece beud inimah.. udah cantik suka olah raga, kumplit deh. Hebat walaupun acara di tempat jauh ga masalah yah.

    ReplyDelete
  37. Mba Omit... beuugh kece beud inimah.. udah cantik suka olah raga, kumplit deh. Hebat walaupun acara di tempat jauh ga masalah yah.

    ReplyDelete
  38. Ikutan marathon? Keren Mba Omith, itu ada latihannya yah, kirain, kalau mau ikut yaudah ikutan aja. Serius itu start nya jam 5 pagi, saat masih gelap-gelapnya, atau pas adzan subuh,tapi kelihatan kokseru pake banget.

    ReplyDelete
  39. salut dengan perjuangan nya kak demi marathon

    ReplyDelete
  40. Wohoo.. senangnya ya mba. Abis lari2 serius gitu bisa lari fun saat sunset dan sunrise. Bener2 lari recovery banget dah itu.. :-)

    ReplyDelete
  41. Wah, asik banget bisa ikutan event lari bergengsi gitu. Lelah lari tinggal istirahat menikmati indahnya pulau dewata. Huwa mupeng nih.

    ReplyDelete
  42. Mantap jiwa raga!! Ingin tap apalah daya diri ini cuma penghuni kamar dan ruang maya sehari-hari :(

    ReplyDelete
  43. Wah seruuu acara Marathonnya. Aku pengen dech, tapi sayang lari itu bener2 gak bisa hikz

    ReplyDelete
  44. Lomba lari Maratahon sejauh 42KM sungguh sebuah tantangan tersendiri. Jarang orang yang bisa lari sejauh itu, dan sebuah kebanggaan bila bisa melakukannya

    ReplyDelete
  45. Boleh tanya mbak ... brp COT untuk HM di tahun 2016 ?

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus.