Liburan Singkat Kasepuhan Cirebon






Libur Lebaran telah usai sebelumnya mohon maaf lahir batin ya masih bulan Syawal.
Sudah waktunya kembali bekerja dan sekolah. Semangat ya!!

Seperti semangat anak-anak kicik kita yang telah lulus sekolah, selesai rapotan dan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Baik itu naik ke kelas berikutnya maupun naik ke jenjang sekolah berikutnya.
Liburan sekolah telah tiba, saatnya kita jalan-jalan. Kemana ya, yang tidak terlalu jauh dari Jakarta. 




Gapura Siti Hinggil



Nah kami sekeluarga memutuskan jalan-jalan ke Cirebon, yang lumayan deket dari Jakarta bisa ditempuh naik Kereta Api sekitar  2-3 jam perjalanan.
Kota Cirebon adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Barat, Indonesia.
Kota ini berada di pesisir utara pulau Jawa atau yang dikenal dengan jalur pantura yang menghubungkan Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya.

Cirebon adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa. Lama-kelamaan Cirebon berkembang menjadi sebuah desa yang ramai yang kemudian diberi nama Caruban (carub dalam bahasa cirebon artinya bersatu padu). Diberi nama diantaranya Sunda, Jawa, Tionghoa, dan unsur-unsur budaya bangsa Arap, agama bahasa, dan adat istiadat kemudian pelafalan kata caruban berubah menjadi carbon kemudian cerbon.


Keraton Kasepuhan  dijaga oleh dua macan putih




Cirebon ada beberapa tempat wisata yang instagramable , kali ini kami memutuskan explore ke istana Kasepuhan Cirebon. 


Sunan Gn Jati bergabung dengan WaliSongo, memperkuat posisi beliau sebagai Wali di Jawa Barat.Sampai akhirnya beliau berhasil mendirikan kerajaan di Jawa Barat  yaitu kerajaan Banten dan Kerajaan Cirebon.  Eranya Sunan Gn Jati berhasil menyebarkan agama Islam di jawa dan diperkuat oleh WaliSongo.

pintu Keraton Kasepuhan yg megah ukiran diatasnya menunjukkan  melempar tongkat mengusir syaiton

Setelah direbut oleh Belanda  th1678, memecah Keraton Cirebon menjadi 3 bagian. Sebagai politik pecah belah Belanda bahwa Belanda mengangkat Pangeran  sebagai penguasa : 
  1. Keraton Kanoman, oleh pangeran Mudanya dengan gelar Sultan Anom.
  2. Keraton Patung Pati, diubah menjadi Kasepuhan di tempati Pangeran yang tertua.
  3. Keraton Kepatihan oleh Pangeran yang bungsu di tempatkan di dekat Kacirebonan, sebagai Perdana Mentri 


Setelah Indonesia merdeka, Kepatihan diubah menjadi Kesultanan Kacirebonan kemudian Kanoman, Kasepuhan, dan Kacirebonan mempunyai kedudukan dan gelar yang sama.  

Kami  tertarik  mengunjungi area Keraton Kasepuhan. 

kalau sore hari bisa nih buat duduk2 ngopi depan keraton Kasepuhan



Keraton Kasepuhan berisi dua komplek bangunan bersejarah yaitu Dalem Agung Pangkuwati yang didirikan tahun 1430, oleh Pangeran Carabuana dan komplek Pakungwati (sekarang disebut keraton Kasepuhan)yang didirikan oleh Pangeran Mas Zinul Arifin tahun 1529. 
Sebutan Pakungwati berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati.




Gapura Keraton Kasepuhan bergaya arsitektur Tionghoa (Cina)

Bangunan  gapura Keraton Kasepuhan ini mirip seperti  bangunan gapura di Majapahit, sebagian bergaya arsitektur Tionghoa terlihat ada beberapa  mangkuk dan piring yang tertempel di bangunan maupun tembok.

Masih di area Keraton Kasepuhan terdapat Museum Pusaka Keraton Kasepuhan, pengunjung boleh masuk boleh juga tidak. Kali ini saya tidak masuk museum karena waktunya terbatas.

Museum Keraton Kasepuhan


Ukiran-ukiran  kayu khas Jawa sangat kental, jadi tidak mau melewatkan foto-foto .


ukiran pintu Keraton Kasepuhan








Didalam Keraton Kasepuhan ada taman  yang banyak sekali burung-burung dara berterbangan, pengunjung bisa membeli jagung untuk pakan burung dara. Sebar aja nanti burung-burung daranya akan datang menghampiri dan mematuk kalian haha... Geli sih saya kena patuk burung2 yang imut ini. Anak saya, Bre saja sampai menangis.  

Taman di dalam area Keraton Kasepuhan. Burung-burung akan datang menghampiri






Saya cukup selfie aja ya, geli kena patok burung :p




Lanjut  menuju ke Patilasan Keraton Dalem Agung Pakungwati. Disini saya merasa agak terasa magis hehe.. tempat yang keramat apa ya bangunan lama dan tidak bisa sembarangan gitu. 

Petilasan keraton Dalem Agung Pakungwati


Kalau masuk ke area Petilasan Keraton Dalem Agung Pakungwati sempetin juga  mengambil air sumur di Sumur Tujuh, boleh buat wudhu atau hanya sekedar mencuci kaki, tangan,dan membasuh muka.

Sumur Tujuh

Di area sini biasanya Sultan semedi atau bisa dibilang  melakukan sembahyang  di tempat yang sangat dijaga kesuciannya sampai ada tulisan "Wanita Dilarang Masuk".
Kenapa ya dilarang? ini yang saya belum dapat jawabannya. 
Apakah wanita dianggap tidak suci ? ah sudahlah bukan jawaban tepat. Saya tidak mau berasumsi.

tempat suci di dalam area Petilasan Keraton Dalem Agung Pakungwati



Berikut Tiket masuk 
  1. Keraton Kasepuhan Rp.15.000/ orang 
  2. Museum Rp. 25.000/orang
  3. Keraton Pakungwati/ Sumur Dalem Agung Pakungwati Rp.10.000/ orang
  4. Pakan burung dara Rp.5.000



Di depan keraton Kasepuhan terdapat alun-alun yang pada waktu zaman dahulu bernama alun-alun Sangkala Buana yang merupakan  tempat latihan keprajuritan yang diadakan pada hari Sabtu atau istilahnya Saptonan.  Dulu dilaksanakan pentas perayaan kesultanan juga sebagai tempat rakyat  mendengarkan panggilan atau mendengarkan pengumuman dari Sultan. 
masjid Agung Sang Cipta Rasa


Sebelah barat Keraton Kasepuhan terdapat Masjid  hasil karya dari para wali yaitu Masjid Agung Sang Cipta Rasa dan sebelah timur terdapat pasar sekarang disebut pasar Kasepuhan. 


Model bentuk keraton menghadap utara dengan bangunan Masjid di sebelah barat dan pasar disebelah timur dan alun-alun berada di tengahnya merupakan model tata letak keraton pada masa itu  terutama yang terletak di daerah pesisir.  
suasana di dalam masjid Agung Sang Cipta Rasa


Sampai sekarang mejadi row model kabupaten atau kota terutama di Jawa yaitu di depan gedung pemerintahan terdapat alun-alun dan di sebelah baratnya ada masjid.

Ketika memasuki masjid harus rela menunduk karena bangunannya dibuat rendah.

Memasuki Masjid Sang Cipta Rasa, harus menunduk dan HP dilarang di aktifkan


Fiuh seharian explore di Keraton Kasepuhan, Cirebon sangat puas sayangnya waktu tidak cukup karena kami harus balik ke Jakarta kereta sore hari. Next time kami akan melanjutkan explore ke Cirbon  ke lokasi wisata lainnya. 

Iseng-iseng cari eh ada promo donk di PegiPegi  di khususkan buat keluarga, ah pas banget yakan? 

Promo Jalan-Jalan Sekeluarga - Pegi Pegi



Bagi kami senang menggunakan kereta api ke Cirebon, pilihannya tentu promo Diskon Tiket Kereta Api. Lumayan ya, diskon  Rp.50.000 (S & K  berlaku). Masukkan saja kode unik di halaman pembayaran.




diskon tiket  kereta - Jalan Jalan Sekeluarga
Masukan kode transaksi diskon Kereta Api - Pegi Pegi



Gak perlu ribet sih urusan booking, semua ada di PegiPegi mulai dari tiket kereta api, hotel lokal maupun internasional, pesawat lokal dan internasional ada. 

Pegi Pegi ada travel tipsnya, bisa jadi referensi kamu untuk memutuskan tujuan wisata dan pilihan hotel apa rekomendasinya. 

Yuk coba cus booking dulu masih ada tidak ya, tiket untuk ke Cirebon tanggal sebelum anak-anak kicik masuk sekolah. Eh ada, buka aja tiket untuk yang ekonomi juga udah enak selama perjalanan ke Cirebon.  Layak di ulang nih jalan-jalannya ke Cirebon yay!


booking PegiPegi ke Cirebon




Sampai jumpa lagi jalan-jalan dengan kenbretrip ya :)

----
Source  Sejarah Cirebon Wikipedia.
Source Foto dokumen pribadi 

















13 comments:

  1. Cantik sekali Kak Omith aaaa #lohsalfok. Aku baru tau ya, Cirebon ada keraton juga. Dan yang unik itu ada burung daranya, mau ah main-main bareng burung dara sambil kejer2an. Lah, malah kejer2an, kayanya seru XD

    ReplyDelete
  2. Keraton Kasepuhan destinasi wajib dikunjungi yaah kalo main ke Cirebon. Oke noted siapatau tahun ini ada kesempatan main main ke cirebon hihi

    ReplyDelete
  3. Jadi inget deh, akunya belum pernah ziarah ke Walisongo, apalagi ke makam Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah
    Semoga suatu hari nanti bisa berkunjung dan eksplore Keraton KAsepuhan di Cirebon ini
    Terima kasih utk sharingnya Mbak Omith ^_^

    ReplyDelete
  4. Dijaga macan putih juga ya? Jangan2 dulu sini petilasan kasepuhan cirebon. Cerita rakyat sini juga dijaga macan putih. Ada makamnya Kyai Macan Putih. Tapi aku sendiri belum lihat. Karena belum dikelola.

    ReplyDelete
  5. Belum pernah ke Cirebon tapi pengen deh ke sana. Selalu lewat kalau naik KA ke Sby. Btw kalau ke kasepuhannya disuruh pakai baju muslim gtu ya mbak?
    Seneng ajak anak2 ke sana sekalian belajar ttg kerajaan Cirebon zaman dulu yaaa

    ReplyDelete
  6. Jadi ini judulnya Wisata Religi ya Mbak. Orang2 di kampungku lumayan tuh suka ke Cirebon atau Banten buat ziarah juga wisata kaya gini. Ya dulu juga jadi pusat penyebaran agama islam kan

    ReplyDelete
  7. Saya baru tahu kalau ada kasepuhan Cirebon, menarik banget, kapan-kapan kalau ada waktu mau banget kami sekeluarga kesana, berwisata sejarah.

    ReplyDelete
  8. Wah aku weekend kemarin baru aja dari Cirebon. Yang pertama kalinya datang ke Cirebon aku juga ke Keraton dan shalat di mesjid Cipta rasa. Next ke Cirebon jangan lupa cobain nasi jamblang bu Nur dan Empal Gentong H. Daud ya mbak��

    ReplyDelete
  9. Sayang sekali, waktu tempat tinggal kami dekat dengan kasepuhan Cirebon, kami belum pernah berkunjung ke Kasepuhan Cirebon. Padahal banyak tempat yang menarik ya ...

    ReplyDelete
  10. Wah mau donk hunting foto-foto disana, pasti seru banget, spot-spotnya lumayan menarik.

    ReplyDelete
  11. Aku pernah tinggal di Cirebon dan dulu saat pulang sekolah, terbilang cukup sering melewati Keraton Cirebon.
    Hanya untuk beli gelang perak.

    Gak pernah masuk Keraton, sayang sekali yaa...

    Untuk bagian wanita dilarang masuk, apakah karena wanita itu haid?
    Jadi gak suci...

    ReplyDelete
  12. Dulu aku pernah dinas ke cirebon tapi gak sempat jalan-jalan dan eksplor cirebon. Bagus-bagus ya tempat fotonya. Serasa kayak foto di tempat bersejarah.

    ReplyDelete
  13. Asik juga ya bisa ke keraton kasepuhan bersama keluarga. Wisata religi yang memberikan informasi baru. Bangunan masa lampau yang tetap terawat hingga kini

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus.